Syal Sa'dan [S]

From : Masyarakat Adat Sa'dan, Toraja Utara, Sulsel

Rp 350,000
  • Tenun tangan dengan teknik ikat pewarnaan alam.
  • Motif unik yang berkesan etnik.
  • Mohon menanyakan stok motif, sebelum order.

Kode Dimensi Bahan Baku Stok Berat
TEN281416 l.8,5 x p.142 cm Benang katun pewarnaan alam 3 1 kg
Kuantitas
Deskripsi produk

Produk ini dibuat oleh Perempuan Adat Sa’dan, Toraja Utara.  Dalam Masyarakat Adat Sa’dan dan masyarakat  adat umumnya, kegiatan menenun merupakan kegiatan spiritual yang hanya dilakukan oleh seorang perempuan.

Ada 2 jenis teknik menenun di Masyarakat Sa’dan.  Teknik ikat dan non ikat. Tenun dengan teknik non-ikat diantaranya adalah kain paramba', pamiring, paruki', pa’bunga bunga, dan pa'borong borong.

Untuk tenun dengan teknik ikat masih menggunakan pewarnaan alam yang bahannya diperoleh dari wilayah adat mereka.  Warna merah diperoleh dari racikan fermentasi akar mengkudu (Morinda citrifolia) dan buah pinang (Areca catechu). Warna biru diperoleh dari fermentasi daun tarum (Indigofera tinctorial) dan warna hitam diperoleh dari fermentasi daun bilangte (Homalanthus populneus).

Motif yang tertuang di dalam tenun ini terinspirasi dari kehidupan mereka sehari-hari.  Salah satunya adalah motif passekong yang terinspirasi dari tubuh manusia yang menggambarkan sendi-sendi kehidupan. 

Ada 32 masyarakat adat di Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Diantaranya adalah Masyarakat Sa’dan, Kesu', Pangala, dan Tikala.  Masyarakat Sa'dan terkenal dengan produk tenun. Masyarakat Kesu' terkenal dengan ukiran. Masyarakat Pangala dan Tikala terkenal dengan produksi kopi.

Warna Toraja sangat khas, yaitu merah, putih, kuning dan hitam. Warna tersebut mewakili kepercayaan asli mereka, yaitu Aluk To Dolo.  Setiap warna melambangkan aspek kehidupan manusia. Warna merah adalah simbol darah. Putih adalah simbol tulang. Kuning melambangkan rahmat dan kekuatan Ilahi, dan warna hitam adalah simbol kematian.




Review Produk

Please Login to review this product.

  • Tidak ada review
Mungkin anda tertarik