Sep
07
2021

Bagikan

Peringatan Hari Tenun 2021



SEJARAH  HARI  TENUN  NASIONAL
Indonesia mempunyai banyak ragam wastra. Wastra merupakan sebuah istilah yang diambil dari Bahasa Sansekerta yang berarti kain. Beda dengan istilah tekstil, menurut Kamus Mode Indonesia, wastra mengacu pada kain yang dibuat dengan cara manual – termasuk rajutan dan kulit kayu –  dan tidak harus dikerjakan secara tradisional. Sedangkan istilah tekstil,  cenderung mengacu pada tenunan mesin.

Menenun merupakan kegiatan yang sudah dilakukan oleh Perempuan Adat secara turun temurun sejak dulu. Beragam teknik untuk membuat motif dalam selembar tenun, dimiliki beberapa komunitas adat di nusantara dengan penamaan yang beragam pula. Motif menghasilkan makna filosofi yang menambah keunikan dari setiap lembarnya. Sebagai generasi penerus, kita sewajarnya mempunyai tanggung jawab moral dalam mempertahankan budaya kita, salah satunya melalui tenun. 

Sebagai informasi, adaberagam teknik dalam pembuatan kain tenun.  Ada tiga teknik dasaryaitu pertama, menenun dengan motif sederhana, seperti garis-garis ataukotak-kotak.  Kedua, menenun dengan proses ikat dalam pembuatan motifpewarnaannya.  Ketiga, menenun dikombinasi dengan teknik songket,sehingga ada benang yang timbul sebagai motifnya.  Jadi songket itubukan nama kain sebenarnya, tetapi istilah dari teknik menenun. Di daerahSumba, istilah ini disebut Pahikung.  Di daerahTimor, istilahnya Sotis atau Lotis.   Didaerah Dayak Iban disebut Sidan.

Penetapan Hari Tenun Nasional diinisiasi oleh KTTI (Komunitas Tekstil Tradisional Indonesia) yang terinspirasi dari tokoh pergerakan nasional pendiri Budi Utomo, dimana pada tanggal 7 September 1929 mendirikan Sekolah Tenun di Surabaya.  Peristiwa tersebut menjadi salah satu landasan bahwa Hari Tenun Nasional ditetapkan pada tanggal 7 September.

SELAMAT MERAYAKAN HARI TENUN NASIONAL....
Yuuuuk, cari tahu lebih jauh tentang kekayaan tenun kita supaya kita makin bangga menjadi orang Indonesia.


(RA/2021)

 




Picture Gallery