Oct
02
2021

Bagikan

Kain Sarita, Batik Toraja


Kain Sarita masuk dalam kategori wastra nusantara yang motifnya menggunakan teknik batik. Dan termasuk batik tertua di Bumi Nusantara. Selain Kain Simbud dari Banten.

Motif pada Kain Sarita terinspirasi dari motif ukiran yang menghiasi Tongkonan, sebutan untuk rumah adat Masyarakat Toraja. Pada dasarnya motifnya mempunyai tiga elemen penting, yaitu manusia, hewan dan tumbuhan. Ketiga elemen tersebut mengandung filosofi pengharapan, pencapaian, usaha dan kerja keras. Dan selembar Kain Sarita menceritakan kehidupan keseharian Masyarakat Toraja, seperti bercocok tanam dan berburu maupun obyek yang ada dekat dengan Masyarakat Toraja seperti tongkonan, matahari, tedong [kerbau]. 

Menurut cerita, Kain Sarita berwarna biru indigo yang diperoleh dari fermentasi daun tarum. Cara membatiknya menggunakan sistem toreh di atas kain putih, menggunakan alat kuas dari bambu yang ujungnya ditumbuk. Namun sayang sejakTahun 1880, teknik ini sudah lama ditinggalkan oleh Masyarakat Toraja. Saat ini, lebih banyak membatik dengan sistem cap. Kain Sarita dengan teknik cap diperuntukan untuk komoditas komersial. Sedangkan untuk keperluan ritual adat masih menggunakan Kain Sarita sakral yang masih tersimpan di beberapaTongkonan.

Yuuuk, cari tahu lebih jauh tentang wastra nusantara di Hari Batik Nasional yang bertepatan hari ini di tanggal 2 Oktober.

(RA/2021)

 

 



Picture Gallery