Jul
30
2020

Bagikan

Eban Watan tampil di Webinar "Ancient Weaving Tradition"


Kelompok Penenun EBANWATAN

Menenun merupakan kegiatan pengisi waktu bagiperempuan di Dobo namun saat ini, mereka menjadikan menenun sebagai tambahanpenghasilan untuk membantu pendapatan suami dalam memenuhi keperluan keluargadengan julukan “penjual pinggang”. Julukan tersebut diberikan kepada mereka karena pada proses menenunmereka harus menahan alat tenunnya yang dikaitkan pada pinggang.

 

Kondisi ekonomi tersebut, membuat mereka sadaruntuk mengorganisir diri dalam kelompok tenun ikat perempuan yang diberi namaEBAN WATAN.  Kelompok ini berdiri sejaktahun 2003 yang beranggotakan 39 orang. Selain melakukan kegiatan menenun,kelompok EBAN WATAN menciptakan sebuah tarian yang bernama JATA KAPA DOBO.  Tarian ini menceritakan kegiatan menenun daribagaimana menanam kapas – memintal benang – mewarnai dan mengikat benang –sampai akhirnya menenun.

 

Kelompok ini memproduksi 2 jenis kain tenun(sarung), yaitu UTAN-sarung untuk perempuan dan LIPA-sarung untuklaki-laki.  Lipa hanya berwarna hitam bergaristanpa motif.  Sedangkan Utan berwarnacoklat kemerahan dengan berbagai motif, seperti TIBU (emas), NAGA SAWA RIA(naga), ULE GA BUNGA (serangga), BLASIN (anyaman bambu), WATEN HUTU (empathati), BUNGA LANAN & ANGGUR (tanaman menjalar), KIKU LILU (kupu-kupu),LEKON GETE (jalan berliku), JONG DOBO (perahu nenek moyang), UTAN BLUTUK &UTAN TEKE (motif klasik).



Picture Gallery